Masyarakat Harus Mengawal Kemurnian Suara Pemilih

banner 468x60

Post by : Redaksi 

Jejak Faktual.com – Puncak Pemilihan umum Pemilu 2024, telah berlangsung pada rabu 14 februari 2024. Momen ini diharapkan akan melahirkan pemimpin pemimpin yang berkualitas serta amanah dalam membawah aspirasi masyarakat. Namun untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas tidak hanya butuh partisipasi dalam hal menyalurkan hak pilih, namun juga perlu partisipasi masyarakat untuk mengawal kemurnian hak pilih masyarakat agar tetap terjaga sampai pada proses perhitungan ulang dan penetapan perolehan suara ditingkat komisi pemilihan umum kpu.

Dikkie salah satu tokoh pemuda asal taba penanjung mengaku untuk menjaga kemurnian suara pemilih memang perlu dikawal, sebab jika sampai terjadi perbedaan hasil perhitungan suara di tingkat TPS dan Perhitungan di tingkat PPK dan KPU akan menimbulkan  gesekan diantara masyarakat sebagai pemilih, peserta dan lembaga penyelenggara.

” Harus dikawal, karena biasanya seperti pada lalu lalu ada yang begitu pas dihitung ulang suara selisihnya jauh ini harus diantisipasi, sebab ini bisa menyebabkan kericuhan,” kata dikke.

Berdasarkan pengalaman tahun politik sebelumnya dimana terjadi perbedaan atau selisih jumlah suara dari TPS, PPK dan KPU, harus dijadikan pembelajaran pada pemilu tahun 2024 ini agar tidak terulang kembali. Mengingat hak suara adalah kunci dalam menentukan pemimpin masa depan bangsa, maka sudah kewajiban publik untuk mengawal kemurnian suara pemilih sejak dari perhitungan suara ditingkat PPS, PPK hingga KPU agar kesalaham serupa tidak terulang lagi, sebab jika ini terjadi tutur Dikkie akan menyebabkan permasalahan baru antara masyarakat, peserta pemilu dan lembaga penyelenggara.

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *